Jakarta, 22 September 2026 – PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), pengembang kawasan terpadu Kota Deltamas, kembali menunjuk Shinji Yoneda sebagai Wakil Presiden Direktur perseroan. Penunjukan tersebut dilakukan untuk menggantikan Atsushi Uehara yang mengundurkan diri dari jabatannya. Perubahan susunan direksi telah memperoleh persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Dengan keputusan tersebut, Yoneda kembali menduduki posisi yang sebelumnya pernah ia pegang di perusahaan.
Shinji Yoneda bukan sosok baru dalam jajaran manajemen Puradelta Lestari. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur DMAS sebelum mengundurkan diri pada 2023. Dalam RUPS Tahunan pada 19 Juni 2023, pemegang saham ketika itu menerima pengunduran diri Yoneda dan mengangkat Atsushi Uehara sebagai penggantinya. Setelah sekitar tiga tahun, susunan direksi kembali berubah dengan masuknya Yoneda ke posisi Wakil Presiden Direktur.
Riwayat Yoneda di Puradelta Lestari juga tercatat jauh sebelum pergantian direksi pada 2023. Dokumen perusahaan menunjukkan dirinya telah menjabat Wakil Presiden Direktur setidaknya pada 2019 hingga 2022. Dalam periode tersebut, Yoneda bekerja bersama Presiden Direktur Hongky Jeffry Nantung serta jajaran direksi lainnya dalam mengembangkan Kota Deltamas dan Greenland International Industrial Center (GIIC). Pengalaman tersebut membuat Yoneda telah mengenal operasional serta arah pengembangan kawasan yang menjadi bisnis utama DMAS.
Kembalinya Yoneda membuat jajaran direksi DMAS kini kembali diisi oleh figur yang memiliki pengalaman panjang di perusahaan. Berdasarkan susunan terbaru, Hongky Jeffry Nantung tetap menjabat Presiden Direktur, sedangkan Shinji Yoneda menempati posisi Wakil Presiden Direktur. Hermawan Wijaya dan Tondy Suwanto tetap berada dalam jajaran direksi. Perubahan tersebut terutama terjadi pada posisi Wakil Presiden Direktur setelah pengunduran diri Atsushi Uehara.
Ketika masih menjabat sebelumnya, Yoneda juga terlibat dalam berbagai program pengembangan kawasan Kota Deltamas dan GIIC. Salah satunya berkaitan dengan penerapan kendaraan listrik untuk operasional perusahaan sebagai bagian dari inisiatif pengurangan emisi. Pada 2022, Kota Deltamas mulai menggunakan sepeda motor listrik untuk kegiatan operasional terutama di kawasan industri GIIC. Yoneda ketika itu menyebut penggunaan kendaraan listrik sebagai salah satu upaya mewujudkan kawasan terpadu yang mengedepankan konsep keberlanjutan.
Puradelta Lestari sendiri merupakan pengembang Kota Deltamas yang berada di Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Kawasan tersebut memiliki luas pengembangan sekitar 3.200 hektare dan mencakup area industri, hunian, serta komersial. Salah satu bagian penting dari kawasan itu adalah GIIC yang menjadi lokasi berbagai perusahaan manufaktur dan industri. Pengembangan kawasan terpadu tersebut menjadi bisnis utama DMAS sejak perusahaan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 2015.
Dari sisi kepemilikan, PT Sumber Arusmulia tercatat sebagai pemegang saham terbesar DMAS dengan porsi sekitar 57,28 persen, sementara Sojitz Corporation memiliki sekitar 25 persen saham. Sisanya dimiliki masyarakat serta sejumlah pemegang saham lainnya. Struktur kepemilikan tersebut membuat Puradelta Lestari memiliki keterkaitan dengan Sinar Mas Land dan Sojitz Corporation dalam pengembangan Kota Deltamas. Yoneda sendiri sebelumnya dikenal sebagai salah satu figur yang mewakili pengalaman pengelolaan kawasan tersebut dalam jajaran direksi.
Perubahan direksi terjadi ketika DMAS terus mengembangkan kawasan industri untuk memenuhi kebutuhan perusahaan yang beroperasi di koridor timur Jakarta. Lokasi Kota Deltamas yang memiliki akses langsung ke Jalan Tol Jakarta-Cikampek menjadi salah satu unsur penting dalam pengembangan kawasan tersebut. Perseroan juga mengembangkan berbagai fasilitas penunjang untuk menciptakan kawasan yang menggabungkan aktivitas industri, komersial, dan hunian. Infrastruktur dan fasilitas pendukung tersebut dikembangkan secara bertahap mengikuti pertumbuhan tenant di kawasan industri.
Pengangkatan kembali Yoneda juga memperlihatkan adanya kesinambungan dalam jajaran manajemen DMAS. Sebelum meninggalkan posisi Wakil Presiden Direktur pada 2023, ia telah bekerja bersama sejumlah anggota direksi yang masih berada dalam manajemen perseroan. Pengalaman sebelumnya diharapkan mempermudah proses transisi setelah pengunduran diri Atsushi Uehara. Meski demikian, perseroan belum mengumumkan perubahan besar terhadap strategi bisnis yang berkaitan langsung dengan pergantian tersebut.
Dengan persetujuan pemegang saham, Shinji Yoneda kini resmi kembali menjadi Wakil Presiden Direktur PT Puradelta Lestari Tbk. Kembalinya Yoneda menandai perubahan terbaru dalam struktur kepengurusan emiten berkode saham DMAS tersebut setelah dirinya pernah menduduki jabatan yang sama beberapa tahun sebelumnya. Manajemen baru akan melanjutkan pengembangan Kota Deltamas dan GIIC sebagai kawasan industri serta kota terpadu di Cikarang. Pergantian tersebut sekaligus mengakhiri masa jabatan Atsushi Uehara sebagai Wakil Presiden Direktur setelah menduduki posisi itu sejak 2023.




