Jakarta, 8 Oktober 2026 –
Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Todotua Pasaribu, memberikan pandangannya mengenai posisi Indonesia yang finis di peringkat ke-16 klasemen akhir. Menurut Todotua, posisi tersebut memang belum menjadi hasil yang sepenuhnya diharapkan, tetapi prestasi kontingen Merah Putih tidak bisa dinilai hanya berdasarkan peringkat. Para atlet dinilai telah menunjukkan kemampuan bersaing di tengah berbagai tantangan selama berlangsungnya Asian Games. Indonesia bahkan berhasil melampaui target medali emas yang sebelumnya ditetapkan. Hasil tersebut menurutnya harus ditempatkan sebagai bahan evaluasi sekaligus modal membangun prestasi yang lebih tinggi.
Indonesia mengakhiri Asian Games 2026 dengan mengumpulkan total 39 medali. Perolehan tersebut terdiri atas lima medali emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Raihan lima emas melampaui target empat medali emas yang sebelumnya ditetapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Meski demikian, posisi Indonesia turun dibandingkan Asian Games Hangzhou ketika berada di peringkat ke-12 dengan tujuh emas. Todotua menilai perbedaan tersebut perlu dilihat secara menyeluruh dengan mempertimbangkan perubahan nomor pertandingan dan kondisi persaingan.
Sejumlah nomor yang sebelumnya menjadi sumber medali emas Indonesia tidak dipertandingkan pada Asian Games Aichi-Nagoya. Kondisi tersebut ikut memengaruhi peluang kontingen Merah Putih mempertahankan perolehan emas dari edisi sebelumnya. Di tengah perubahan itu, sejumlah cabang justru mampu menciptakan pencapaian penting. Angkat besi, panjat tebing, bulu tangkis, hingga panahan menjadi bagian dari keberhasilan Indonesia selama kompetisi. Cabang olahraga yang baru menjalani debut seperti teqball, padel, MMA, dan esport juga mampu memberikan kontribusi medali.
Todotua melihat jumlah medali perak dan perunggu yang cukup besar sebagai gambaran bahwa Indonesia sebenarnya memiliki banyak peluang bersaing di papan atas. Tantangan berikutnya adalah meningkatkan kemampuan untuk mengubah peluang tersebut menjadi medali emas. Sebanyak 34 medali Indonesia di Aichi-Nagoya berasal dari perak dan perunggu. Data tersebut menunjukkan banyak atlet Merah Putih sudah berada dalam persaingan podium. Peningkatan kualitas pembinaan, persiapan, sport science, serta dukungan terhadap atlet diharapkan dapat memperbesar peluang mereka mencapai posisi tertinggi.
Peringkat ke-16, menurut Todotua, tidak perlu dirayakan secara berlebihan tetapi juga tidak seharusnya menjadi alasan untuk meratapi hasil. Posisi tersebut harus digunakan sebagai bahan untuk melihat kekuatan sekaligus kelemahan olahraga Indonesia. Asian Games memberikan gambaran mengenai cabang yang sudah kompetitif serta sektor yang masih membutuhkan peningkatan. Evaluasi juga tidak hanya diarahkan terhadap hasil pertandingan. Seluruh proses mulai dari persiapan, keberangkatan, pendampingan hingga kepulangan atlet akan menjadi bagian dari penilaian.
Beberapa atlet Indonesia juga mencatatkan prestasi individual penting sepanjang Asian Games 2026. Lifter Rahmat Erwin membukukan total angkatan 366 kilogram sekaligus mencatat rekor dunia kelas 75 kilogram. Desak Made Rita Kusuma Dewi mencatat rekor Asia nomor speed putri panjat tebing dengan waktu 6,062 detik. Tim bulu tangkis putra Indonesia juga mengakhiri penantian panjang dengan merebut medali emas setelah mengalahkan China di final. Sementara Nurisa Dian Ashrifa mencatat sejarah dengan mempersembahkan emas Asian Games pertama Indonesia dari cabang panahan.
Todotua menilai pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa fondasi untuk meningkatkan prestasi Indonesia sudah tersedia. Langkah berikutnya adalah memastikan dukungan terhadap atlet berlangsung secara berkelanjutan dan tidak hanya meningkat menjelang multievent besar. Sinergi antara pemerintah, Komite Olimpiade Indonesia, federasi cabang olahraga, pelatih, serta berbagai pemangku kepentingan dinilai memiliki peranan penting. Hasil Asian Games 2026 juga dapat digunakan untuk menentukan cabang prioritas dan memperbaiki program pembinaan. Dengan dukungan yang lebih optimal, peluang atlet Indonesia meningkatkan prestasi di tingkat Asia dinilai masih terbuka lebar.
Bagi Todotua, makna terbesar dari peringkat ke-16 bukan sekadar angka dalam klasemen akhir. Indonesia membawa pulang 39 medali sekaligus memperoleh gambaran lebih jelas mengenai pekerjaan yang harus dilakukan untuk menghadapi kompetisi berikutnya. Pengalaman Aichi-Nagoya dapat menjadi dasar menyusun pembinaan yang lebih terarah dan meningkatkan konversi peluang menjadi emas. Kerja keras atlet, pelatih, ofisial, dan federasi tetap mendapatkan apresiasi meskipun posisi klasemen belum sesuai harapan. Asian Games 2026 pada akhirnya menjadi evaluasi sekaligus investasi untuk membangun prestasi olahraga Indonesia yang lebih kompetitif di tingkat Asia.




