Jakarta, 3 Oktober 2026 – The Weeknd sukses menggelar konser After Hours Til Dawn Tour selama dua malam di Jakarta International Stadium (JIS) pada 26 dan 27 September 2026. Kehadiran penyanyi asal Kanada tersebut menjadi salah satu agenda musik internasional besar di Indonesia tahun ini. Konser Jakarta merupakan bagian dari rangkaian terakhir tur stadion yang telah berjalan sejak 2022. Di balik nama The Weeknd, musisi tersebut memiliki nama asli Abel Makkonen Tesfaye dan telah membangun perjalanan panjang hingga menjadi salah satu bintang pop terbesar dunia.
Abel lahir pada 16 Februari 1990 di Toronto, Kanada, dan merupakan keturunan Ethiopia. Perjalanan musiknya mulai mendapat perhatian ketika ia mengunggah karya secara anonim ke internet pada akhir 2000-an. Namanya semakin dikenal setelah merilis tiga mixtape pada 2011, yakni House of Balloons, Thursday, dan Echoes of Silence. Ketiga proyek tersebut kemudian menjadi fondasi penting bagi karakter musik The Weeknd yang memadukan alternative R&B, pop, dan nuansa elektronik.
Popularitasnya meningkat secara global setelah album Beauty Behind the Madness dirilis pada 2015. Album tersebut melahirkan sejumlah lagu populer, termasuk “Can’t Feel My Face” dan “The Hills”, sebelum kesuksesannya berlanjut melalui Starboy, After Hours, Dawn FM, dan Hurry Up Tomorrow. Salah satu karya terbesarnya, “Blinding Lights”, berkembang menjadi fenomena global dan pernah dinobatkan sebagai lagu nomor satu sepanjang sejarah Billboard Hot 100. Kesuksesan tersebut membantu menempatkan The Weeknd sebagai salah satu artis dengan pencapaian streaming terbesar pada generasinya.
Fakta menarik lainnya adalah skala kesuksesan After Hours Til Dawn Tour. Tur tersebut bermula pada Juli 2022 dan kemudian berkembang menjadi pertunjukan stadion berskala global yang melintasi Amerika Utara, Eropa, Amerika Latin, Australia, dan Asia. Menjelang rangkaian Asia 2026, pendapatan tur dilaporkan telah melampaui US$1 miliar dan mencatatkan rekor sebagai tur dengan pendapatan tertinggi oleh penyanyi solo pria. Jakarta kemudian mendapat dua jadwal sekaligus sebagai bagian dari perjalanan terakhir tur tersebut.
Konser di Jakarta juga mempunyai arti tersendiri bagi Abel karena menjadi kunjungan pertamanya ke ibu kota Indonesia. Pada malam kedua, ia secara terbuka mengungkapkan kesannya terhadap antusiasme penonton Jakarta dan mengatakan sambutan penggemar membuatnya jatuh cinta kepada kota tersebut. Pertunjukan dibuka dengan “Baptized in Fear” serta didukung produksi visual berskala stadion, termasuk patung raksasa, permainan laser, kostum futuristik dan puluhan penari. Abel juga memberikan kejutan dengan membawakan mashup “São Paulo” dan “Tokyo Drift” yang tidak muncul pada malam pertama.
Di balik kesuksesan panggungnya, Abel juga dikenal sebagai musisi yang memperluas aktivitasnya ke dunia film dan televisi. Ia pernah tampil dalam Uncut Gems dan kemudian menjadi salah satu figur utama dalam serial The Idol. Perjalanan kariernya juga menghasilkan berbagai penghargaan dan nominasi, termasuk Grammy Awards serta nominasi Emmy dan Academy Awards. Pencapaian tersebut menunjukkan bagaimana The Weeknd berkembang dari musisi yang semula membangun audiens melalui internet menjadi figur besar dalam industri hiburan global.
Dua malam penampilan di JIS akhirnya menjadi bagian penting dari perjalanan panjang After Hours Til Dawn Tour. Seusai Jakarta, rangkaian Asia berlanjut menuju Singapura, Seoul, Bangkok, Hong Kong hingga Kuala Lumpur. Bagi penggemar Indonesia, konser tersebut menjadi kesempatan menyaksikan langsung sejumlah lagu yang telah menemani perjalanan karier Abel selama lebih dari satu dekade. Sambutan besar yang diterimanya di Jakarta sekaligus memperlihatkan kuatnya basis penggemar The Weeknd di Indonesia dan posisi Abel Tesfaye sebagai salah satu nama terbesar dalam musik pop dan R&B dunia saat ini.




