Jakarta, 22 Agustus 2026 – RANS Entertainment membuka peluang untuk memegang hak siar Indonesia Women’s League (IWL) musim 2026/2027 setelah mendapat respons positif dari kiprahnya sebagai official broadcaster Srikandi Merdeka Cup 2026. Peluang tersebut muncul setelah komunikasi antara RANS dan PSSI mengenai rencana penayangan kompetisi sepak bola putri Indonesia berjalan positif. CEO RANS Entertainment Nagita Slavina juga menyampaikan harapan agar ke depan RANS dapat terlibat lebih jauh dalam perkembangan sepak bola wanita nasional, termasuk melalui penayangan Liga Putri Indonesia. Meski demikian, kerja sama tersebut belum mencapai tahap final karena masih ada sejumlah pembahasan yang harus diselesaikan. PSSI dan RANS masih menjajaki aspek komersial, dokumen kerja sama, serta bentuk kontrak sebelum menentukan kesepakatan resmi.
Ketertarikan RANS terhadap IWL tidak terlepas dari pengalaman mereka menayangkan Srikandi Merdeka Cup 2026. Turnamen sepak bola putri tersebut menjadi salah satu ajang yang memberikan gambaran mengenai potensi penonton terhadap kompetisi sepak bola wanita. RANS sebelumnya telah menayangkan pertandingan melalui kanal digital mereka dan mendapat respons yang dinilai cukup positif. Keberhasilan tersebut kemudian menjadi pertimbangan bagi PSSI untuk membuka pembicaraan lebih jauh mengenai kemungkinan penayangan kompetisi IWL. Bagi RANS, keterlibatan dalam sepak bola putri juga dapat menjadi bagian dari upaya memperluas konten olahraga sekaligus memberikan ruang lebih besar bagi atlet perempuan Indonesia.
Anggota Komite Eksekutif PSSI Vivin Cahyani menyebut komunikasi dengan RANS Entertainment sudah mengarah positif, tetapi proses pembahasan belum selesai. PSSI masih perlu melihat nilai komersial dari kompetisi IWL serta membahas berbagai aspek teknis sebelum menentukan pemegang hak siar. Pembahasan mencakup dokumen kerja sama, bentuk kontrak, durasi kerja sama, hingga model penayangan pertandingan. Dengan demikian, peluang RANS untuk mendapatkan hak siar memang terbuka, tetapi belum dapat dianggap sebagai keputusan final. Masih terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui sebelum kontrak resmi dapat disepakati oleh kedua pihak.
PSSI juga mempertimbangkan karakteristik basis pengikut RANS ketika menjajaki kemungkinan kerja sama tersebut. RANS memiliki basis pengikut digital yang besar dan dinilai memiliki komposisi penonton perempuan yang cukup kuat. Faktor tersebut dianggap relevan dengan karakter kompetisi sepak bola wanita yang ingin dikembangkan agar memiliki jangkauan penonton lebih luas. Selain itu, sosok Nagita Slavina juga dinilai dapat menjadi figur yang membantu memperkenalkan sepak bola wanita kepada kelompok penonton yang lebih beragam. Pertimbangan tersebut membuat pengalaman RANS dalam menayangkan Srikandi Merdeka Cup menjadi semacam uji coba sebelum kemungkinan masuk lebih jauh ke kompetisi IWL.
Indonesia Women’s League 2026/2027 sendiri dijadwalkan mulai bergulir pada 17 Oktober 2026. Kompetisi tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan sepak bola wanita profesional di Indonesia karena akan dikelola sebagai kompetisi liga yang lebih terstruktur. Musim perdana IWL akan diikuti enam klub, yakni Persija Jakarta, Persita Tangerang, Dewa United, Persikad Depok, Bekasi FC, dan Garudayaksa FC. Seluruh pertandingan musim pertama direncanakan berlangsung secara terpusat di kawasan Jabodetabek. Format tersebut diharapkan dapat membantu penyelenggara membangun kompetisi secara lebih efisien sekaligus menciptakan atmosfer pertandingan yang lebih menarik bagi penonton.
Jika RANS nantinya benar-benar mendapatkan hak siar IWL, kompetisi tersebut berpotensi memiliki jangkauan penonton digital yang lebih luas. Penayangan melalui platform digital memungkinkan pertandingan diakses oleh masyarakat tanpa harus bergantung sepenuhnya pada siaran televisi konvensional. Hal ini juga dapat membantu klub dan pemain perempuan mendapatkan eksposur yang lebih besar. Semakin banyak pertandingan yang dapat disaksikan masyarakat, semakin besar pula peluang munculnya penggemar baru terhadap sepak bola wanita. Dalam jangka panjang, peningkatan jumlah penonton dapat membantu membangun nilai komersial kompetisi dan menarik lebih banyak sponsor.
Bagi PSSI, persoalan hak siar menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ekosistem IWL. Kompetisi sepak bola profesional membutuhkan model bisnis yang mampu mendukung keberlanjutan klub, pemain, penyelenggara, serta berbagai pihak yang terlibat. Hak siar dapat menjadi salah satu sumber pemasukan sekaligus sarana promosi bagi kompetisi. Karena itu, PSSI tidak hanya perlu mempertimbangkan siapa yang mampu menayangkan pertandingan, tetapi juga bagaimana penayangan tersebut dapat memberikan manfaat maksimal terhadap perkembangan liga. Pengalaman RANS dalam mengelola konten digital menjadi salah satu faktor yang dapat dipertimbangkan dalam menentukan model kerja sama.
Potensi kerja sama RANS dan PSSI juga memperlihatkan semakin besarnya perhatian terhadap sepak bola wanita Indonesia. Selama ini, kompetisi sepak bola wanita belum memiliki eksposur sebesar kompetisi sepak bola pria. Kondisi tersebut membuat banyak pemain dan klub wanita kesulitan memperoleh perhatian publik secara konsisten. Kehadiran kompetisi yang teratur dan memiliki distribusi siaran yang baik dapat membantu mengubah kondisi tersebut. Penonton akan lebih mudah mengenal klub, pemain, pelatih, serta rivalitas antartim apabila pertandingan tersedia secara rutin dan mudah diakses.
Nagita Slavina sendiri memberikan sinyal positif mengenai kemungkinan RANS terlibat dalam penayangan Liga Putri Indonesia. Ia berharap keterlibatan RANS dalam sepak bola wanita dapat terus berkembang setelah pengalaman mereka dalam Srikandi Merdeka Cup. Pernyataan tersebut belum berarti RANS telah resmi memperoleh hak siar IWL karena pembahasan dengan PSSI masih berlangsung. Namun, adanya komunikasi yang semakin mengerucut menunjukkan peluang kerja sama tersebut cukup terbuka. Keputusan akhir tetap bergantung pada hasil pembahasan mengenai aspek komersial dan teknis antara kedua pihak.
Dengan jadwal IWL 2026/2027 yang semakin dekat, penentuan pemegang hak siar menjadi salah satu hal yang perlu segera diselesaikan. RANS Entertainment menjadi salah satu pihak yang tengah dijajaki PSSI setelah menunjukkan kemampuan dalam menayangkan Srikandi Merdeka Cup 2026. Pembicaraan antara kedua pihak disebut berjalan positif, tetapi masih terdapat sejumlah aspek administratif dan komersial yang harus disepakati. Jika kerja sama akhirnya terwujud, RANS berpotensi membawa pertandingan Liga Putri Indonesia ke basis penonton digital yang lebih besar. Kehadiran platform dengan jangkauan luas tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan popularitas IWL sekaligus memperkuat perkembangan sepak bola wanita Indonesia pada musim perdananya.






