Jakarta, 11 Mei 2026 – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Pertamina mencatat potensi transaksi bisnis mencapai sekitar Rp10,6 miliar dalam ajang Inabuyer 2026. Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi perkembangan produk UMKM nasional dalam memperluas pasar dan menjalin kerja sama bisnis baru.
Partisipasi UMKM binaan Pertamina dalam pameran dan forum bisnis tersebut disebut berhasil menarik perhatian banyak calon pembeli dari berbagai sektor. Produk-produk yang ditampilkan mencakup makanan, kerajinan, fesyen, hingga produk kreatif lain yang memiliki nilai jual kompetitif.
Pertamina menyatakan keikutsertaan UMKM binaan dalam Inabuyer menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan pelaku usaha lokal. Pendampingan usaha dinilai penting agar UMKM mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Ajang Inabuyer sendiri menjadi salah satu forum bisnis yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli dari sektor pemerintah maupun swasta. Kegiatan tersebut membuka peluang kerja sama dan memperluas akses pasar bagi produk dalam negeri.
Pelaku UMKM mengaku mendapat manfaat besar dari kegiatan tersebut, terutama dalam memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas serta membangun jaringan bisnis baru. Banyak pelaku usaha berharap kerja sama yang terjalin dapat berkembang menjadi transaksi nyata dalam jangka panjang.
Pengamat ekonomi menilai dukungan perusahaan besar terhadap UMKM memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Ketika UMKM berkembang, peluang penciptaan lapangan kerja dan perputaran ekonomi daerah juga ikut meningkat.
Selain memperluas pasar, pendampingan terhadap UMKM juga dinilai penting dalam meningkatkan kualitas produk, pemasaran digital, hingga kemampuan manajemen usaha agar lebih siap menghadapi persaingan.
Dengan potensi bisnis yang mencapai miliaran rupiah, keberhasilan UMKM binaan Pertamina di Inabuyer 2026 menunjukkan bahwa produk lokal memiliki peluang besar untuk terus berkembang. Pemerintah dan dunia usaha diharapkan terus memperkuat kolaborasi demi mendorong UMKM menjadi pilar utama ekonomi nasional.







