Jakarta, 14 Mei 2026 – Kapolri Listyo Sigit Prabowo menjelaskan alasan kenaikan pangkat Kapolda Metro Jaya menjadi jenderal bintang tiga atau Komisaris Jenderal. Menurut Kapolri, langkah tersebut dilakukan agar posisi pimpinan Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya setara dengan Pangdam dalam koordinasi pengamanan wilayah strategis ibu kota.
Kapolri menilai Jakarta memiliki kompleksitas keamanan yang sangat tinggi karena menjadi pusat pemerintahan, ekonomi, dan aktivitas nasional. Karena itu, koordinasi antara kepolisian dan TNI dinilai perlu diperkuat melalui struktur kepemimpinan yang seimbang dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan metropolitan.
Dengan kenaikan pangkat tersebut, Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri kini resmi menyandang pangkat Komisaris Jenderal. Perubahan ini menjadi perhatian publik karena jabatan Kapolda Metro Jaya selama ini dikenal sebagai salah satu posisi paling strategis di institusi kepolisian.
Kapolri juga menegaskan bahwa penguatan struktur kepemimpinan dilakukan untuk meningkatkan efektivitas koordinasi dalam pengamanan ibu kota, termasuk menghadapi dinamika sosial, pengamanan kegiatan kenegaraan, hingga potensi gangguan keamanan berskala besar.
Pengamat keamanan menilai langkah tersebut mencerminkan pentingnya sinergi antara TNI dan Polri di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Mereka menyebut tantangan keamanan di kawasan metropolitan semakin kompleks sehingga dibutuhkan koordinasi yang cepat, kuat, dan setara antarunsur pengamanan negara.






