Kudus, 26 September 2026 –
Peristiwa tragis terjadi di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, setelah seorang ayah berinisial T atau TG (70) diduga menusuk anak kandungnya, FA (34), hingga meninggal dunia. Insiden tersebut terjadi pada Kamis, 24 September 2026 sekitar pukul 23.30 WIB di rumah yang ditempati keduanya. Polisi menyatakan kasus itu merupakan dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan korban meninggal dunia. T telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan untuk mengungkap secara lengkap kronologi maupun motif peristiwa tersebut.
Berdasarkan keterangan awal kepolisian, ayah dan anak tersebut tinggal dalam satu rumah. Sebelum kejadian, keduanya diduga kembali terlibat perselisihan yang kemudian berujung pada kekerasan. FA mengalami luka tusuk pada bagian dada dan masih dalam keadaan sadar setelah kejadian. Warga kemudian membantu membawa korban ke rumah sakit untuk memperoleh pertolongan medis. Meski sempat mendapatkan penanganan, FA akhirnya dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 01.45 WIB.
Kapolsek Jati AKP Subkhan mengatakan penyidik masih mendalami rangkaian kejadian sebelum penusukan terjadi. Berdasarkan pemeriksaan awal, T mengaku sudah merasa jengah terhadap perilaku anaknya yang disebut kerap pulang dalam kondisi mabuk dan melakukan kekerasan terhadap dirinya. Keterangan mengenai konflik berulang tersebut juga disampaikan perangkat lingkungan dan keluarga korban. Meski demikian, polisi masih melakukan pemeriksaan sehingga keterangan mengenai latar belakang perselisihan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir penyidikan. Penentuan motif dan konstruksi perkara akan didasarkan pada keseluruhan alat bukti serta keterangan yang dikumpulkan penyidik.
Ketua RT setempat, Supardi, mengatakan pertengkaran antara T dan FA bukan baru pertama kali terjadi. Menurut keterangannya, FA disebut kerap pulang dalam kondisi mabuk kemudian bertengkar dengan ayahnya, bahkan sang ayah beberapa kali disebut menjadi sasaran pemukulan. Konflik sebelumnya juga pernah dipicu ketika alat pancing milik T dibakar. Kakak korban turut mengatakan hubungan keduanya memang sudah lama diwarnai perselisihan. FA diketahui merupakan anak bungsu dari empat bersaudara, sedangkan tiga saudaranya telah tinggal terpisah dan ibu mereka sudah meninggal dunia.
Setelah menerima laporan, petugas kepolisian mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Tim Inafis Polres Kudus turut melakukan pemeriksaan di rumah tersebut untuk mencari serta mendokumentasikan barang bukti. Polisi juga mengamankan sebuah pisau yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut. T kemudian dibawa ke Polsek Jati untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Garis polisi dipasang di sekitar lokasi sementara penyidik mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang mengetahui kejadian maupun riwayat konflik dalam keluarga tersebut.
Penyidik juga masih menunggu hasil autopsi untuk melengkapi penyelidikan mengenai penyebab kematian FA. Polisi belum mengumumkan secara final konstruksi pasal maupun ancaman hukuman terhadap T karena pemeriksaan masih berlangsung. Keterangan saksi, hasil olah TKP, barang bukti, dan hasil pemeriksaan medis akan digunakan untuk menentukan proses hukum berikutnya. Kepolisian juga perlu memastikan secara rinci bagaimana pertengkaran berkembang hingga terjadi penusukan. Dengan demikian, sejumlah informasi mengenai motif masih bersifat keterangan awal dan tetap harus diuji dalam proses penyidikan.
Kasus tersebut kini ditangani Unit Reskrim Polsek Jati dengan dukungan Polres Kudus. Polisi masih berupaya menyusun kronologi secara utuh untuk mengetahui tindakan masing-masing pihak sebelum peristiwa berujung maut tersebut. Meski terdapat keterangan mengenai konflik keluarga yang telah berlangsung berulang kali, hal itu tidak serta-merta menjadi kesimpulan hukum atas tindakan yang menyebabkan FA meninggal dunia. Pemeriksaan terhadap T dan para saksi masih dilanjutkan, sementara hasil autopsi diharapkan memberikan bukti tambahan bagi penyidik. Proses hukum selanjutnya akan ditentukan setelah kepolisian memperoleh gambaran lengkap mengenai peristiwa yang terjadi di rumah keluarga tersebut.




