Jakarta, 29 Mei 2026 – Kapten South Korea national football team, Son Heung-min, kembali menjadi pusat perhatian menjelang 2026 FIFA World Cup. Penyerang berpengalaman tersebut diproyeksikan tetap memegang peran utama dalam upaya Korea Selatan bersaing di panggung sepak bola dunia. Meski usianya tidak lagi muda dibanding generasi baru yang mulai bermunculan, Son masih dianggap sebagai pemain paling berpengaruh dalam skuad Taeguk Warriors. Pengalaman tampil di kompetisi elite Eropa dan beberapa edisi Piala Dunia membuatnya menjadi sosok yang sangat penting bagi tim. Menjelang turnamen, kondisi fisik dan kesiapan mental Son menjadi salah satu faktor yang terus dipantau oleh staf pelatih Korea Selatan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Son Heung-min telah berkembang bukan hanya sebagai pencetak gol utama, tetapi juga sebagai pemimpin di dalam dan luar lapangan. Sebagai kapten tim nasional, ia memiliki tanggung jawab besar untuk membimbing para pemain muda yang mulai mendapatkan kesempatan tampil di level internasional. Kemampuan Son dalam menjaga ketenangan saat menghadapi tekanan menjadi salah satu alasan mengapa dirinya tetap dipercaya memimpin skuad. Selain kualitas teknis, karakter profesional dan etos kerja tinggi yang dimilikinya sering dijadikan contoh oleh rekan-rekan setim. Peran kepemimpinan tersebut diperkirakan akan semakin penting ketika Korea Selatan menghadapi lawan-lawan kuat di Piala Dunia.
Dari sisi performa, Son masih menunjukkan kualitas sebagai salah satu pemain Asia terbaik dalam sejarah sepak bola modern. Kecepatan, kemampuan penyelesaian akhir, serta kecerdasan membaca permainan tetap menjadi senjata utamanya. Meski persaingan di level internasional semakin ketat, Son diyakini masih mampu memberikan perbedaan dalam pertandingan besar. Pengalamannya menghadapi bek-bek terbaik dunia di kompetisi Eropa juga menjadi modal berharga bagi Korea Selatan. Karena itu, banyak harapan tertuju pada kemampuannya untuk kembali tampil menentukan di panggung Piala Dunia.
Korea Selatan sendiri datang ke Piala Dunia 2026 dengan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda yang menjanjikan. Generasi baru mulai bermunculan di berbagai posisi, memberikan kedalaman skuad yang lebih baik dibanding beberapa tahun sebelumnya. Namun keberadaan Son tetap dianggap sebagai fondasi utama yang menjaga keseimbangan tim. Staf pelatih berharap para pemain muda dapat berkembang tanpa harus memikul seluruh tekanan, sementara Son mengambil peran sebagai pemimpin dan penghubung antargenerasi dalam skuad. Strategi tersebut dinilai penting agar Korea Selatan dapat tampil kompetitif sepanjang turnamen.
Menjelang dimulainya Piala Dunia 2026, optimisme terhadap Korea Selatan terus meningkat berkat pengalaman dan kualitas yang dimiliki Son Heung-min. Para pendukung berharap sang kapten mampu memimpin tim melampaui ekspektasi dan kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat dunia. Bagi Son, turnamen ini juga berpotensi menjadi salah satu momen paling penting dalam karier internasionalnya. Dengan kondisi fisik yang terjaga dan dukungan skuad yang semakin matang, ia diharapkan mampu memberikan kontribusi maksimal. Seluruh perhatian kini tertuju pada bagaimana Son Heung-min memimpin Korea Selatan menghadapi tantangan besar di panggung sepak bola dunia.





